Jumat, 27 Agustus 2010

Nuzulul Qur'an di zaman sekarang

Bulan Ramadhan identik sebagai bulan pelaksanaan ibadah puasa bagi umat muslim yang di dalamnya banyak terdapat kebarokahan serta dibuka luasnya pintu ampunan. Di bulan ini pun terdapat banyak sekali kegiatan keagamaan yang cenderung meningkat dibanding bulan-bulan lainnya. Namun, selain itu terdapat pula hari-hari penting yang merupakan hari besar bagi umat Islam, salah satunya adalah hari turunnya Al-Qur’an atau yang lebih kita kenal sebagai Nuzulul Qur’an. Namun, apakah selama ini kita telah melakukan hal yang benar dalam memperingatinya?

Bulan Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam kalender hijriah, adalah bulan yang namanya cukup banyak dibicarakan secara eksplisit di dalam Al-Qur'an. Di bulan ini, Allah Swt  membukakan pintu ampunan-Nya selebar-lebarnya sesuai dengan asal kata Ramadhan itu sendiri, yaitu ar ramdhu, yang artinya sangat panas. Maksudnya adalah Ramadhan merupakan bulan yang dapat membakar dosa-dosa kita terdahulu. Hal tersebut seperti yang tercantum dalam surah Al-Baqarah:2 ayat 185.

Ramadhan adalah bulan yang pada awalnya memberi rahmat, pertengahannya memberi ampunan, dan akhirnya memberi pembebasan dari api neraka. Di bulan Ramadhan segala ibadah kita dinilai dengan pahala yang berlipat-lipat oleh Allah Swt. Di bulan ini terdapat pula hari-hari penting yang tentunya tak akan kita temui di bulan-bulan lain selain Ramadhan. Seperti malam Lailatul Qadr yang merupakan malam yang lebih baik daripada seribu bulan, serta hari dimana Al-Qur'an diturunkan yaitu pada tanggal 17 Ramadhan.

Al-Qur'an sebagai kitab suci agama Islam yang sampai kini masih terjaga keorisinilannya dibandingkan 3 kitab lainnya, yaitu Injil, Taurat, dan Zabur, adalah sebuah kitab yang berisi segala macam pembahasan kehidupan dunia dan akhirat di senua bidang. Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai mukjizat kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur yang dimulai dari turunnya wahyu pertama berupa surah Al-Alaq ayat 1-5 ketika Belaiu sedang berada di gua Hira dan diyakini saat itu merupakan tanggal 17 bulan Ramadhan. Saat wahyu tersebut diturunkan, Nabi Muhammad SAW yang kala itu hanya seorang diri di dalam gua, dikejutkan oleh kedatangan Malaikat Jibril yang membawa wahyu tersebut dan membacakannya kepada Rasulullah.


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ * خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ * اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ * الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ * عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ *
Terjemahan:

[96: 1] Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.

[96: 2] Dia menciptakan manusia dari segumpal darah beku;

[96: 3] Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah;

[96: 4] Yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan;

[96: 5] Dia mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.



Mengenai kapan waktu tepatnya pertama kali Al-Qur'an diturunkan sendiri, sempat terdapat perbedaan diantara para ahli sejarah dan beberapa alim ulama. Ada yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur'an itu jatuh pada bulan Rabiul Awal, ada pula yang mengatakan pada bulan Rajab, dan sebagian lainnya berkata pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya kita menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur'an ada pada bulan Ramadhan dikarenakan Allah Swt. telah berfirman dalam surah Al-Baqarah:2 ayat 185

Dan pada surah Al-Qadr ayat 1

Dan karena tahanud yang dilakukan Rasulullah SAW di gua Hira adalah pada saat bualan Ramadahan.

Saudaraku, di bulan Ramadhan yang penuh berkah inilah kita dapat memprbaiki amalan ibadah kita salah satunya dengan memperbanyak membaca serta mendalami makna yang terkandung dalam Al-Qur'an karena tak hanya pahala berlipat ganda yang akankita dapatkan atasnya. Melainkan juga berjuta tumpuk ilmu akan kita serap dari AlQur'an Nur Karim. Adapun cara kita untuk memperingati Nuzulul Qur'an tidak harus membuat acara terlalu khusus. Kita dapat memulainya dari diri masing-masing

1. Senantiasa melakukan tilawah Al-qur'an , mendalaminya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari
2. Meneladani sikap Rasulullah dan para ulama sehingga memotivasi diri sehingga lebih giat untuk menghatamkan Al-quran.
3. Tidak cepat berpuas diri dengan prestasi mengkhatankan Al-Qur'an yang telah dicapai yaitu dengan berusaha menghatamkan Al-quran sebanyak-banyaknya.

Sesungguhnya peristiwa Nuzulul Qur'an bukanlah diharapkan agar dijadikan sebagai hari raya yang dirayakan setiap tahun oleh umat ini, karena Islam bukanlah agama perayaan, sebagaimana halnya agama-agama lain. Yang harus selalu kita lakukan adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan beribadah sebaik mungkin dan senantiasa bersikap tawadhu dalam menjalani kehidupan serta tetap beramar ma'ruf nahi munkar, hingga Insya Allah kita ditempatkan di surga-Nya kelak. Amin ya Rabbal Alamin.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates